“Berlari Menuju Tujuan”
“Dan berlari-lari
kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari
Allah dalam Kristus Yesus.” (Filipi 3:14)
Seorang pengkhotbah terkenal bernama Cicero
berkata demikian “ketika kita mengikuti sebuah pertandingan lari pasti kita
akan kalah, tetapi jika kita tidak berlari kita sudah kalah sama sekali.”
Pernahkan saudara merasakan
hal seperti ini? Perasaan menyerah sebelum berjuang karena hal yang akan diperjuangkan
itu begitu sulit. Paulus adalah seorang rasul Kristus yang luarbiasa. Jika
dibandingkan dengan rasul-rasul yang lain Paulus memiliki prestasi yang sangat
bagus. Sejak
kecil ia belajar bahasa Yunani, bahasa pergaulan di Tarsus. Ketika ia berumur
15 tahun ia datang ke Yerusalem dan menjadi murid seorang guru besar bernama Gamaliel.
Namun Paulus tidak
menganggap semuanya ini sebagai suatu kebanggaan, tetapi ia menganggapnya rugi
setelah ia mengenal Kristus. Setelah mengenal Kristus ia tahu apa yang menjadi
fokus utamanya. Bukan lagi segudang pengetahuan teologi yang ia miliki
melainkan ia mengarahkan seluruh hidupnya kepada tujuan yang sebenarnya yaitu
Kristus.
1.
Memfokuskan hidup pada Kristus
Paulus melupakan apa yang ada di belakangnya dan mengarahkan dirinya (seluruh hidupnya kepada apa yang ada di depanya). Hal ini bukan berarti bahwa paulus menyangkali akan
masa lalunya, tetapi
Paulus tidak menjadikan masa lalunya sebagai dasar ia menjalani
hidupnya bersama Kristus. Yang menjadi fokus Paulus ialah Kristus.
Ia hanya memfokuskan
dirinya dengan melakukan apa yang Kristus perintahkan kepadanya. Sehingga dalam
tulisan-tulisannya kita dapat melihat inti dari pemberitaan Paulus ialah
mengenai karya keselamtan yang Yesus lakukan. Setiap pemberitaannya selalu
berpusat pada Kristus. Ketika Kristus menjadi fokus hidup kita maka hidup kita
akan selalu tertuju pada-Nya, melakukan kehendak-Nya dan melayani Dia dengan
segenap hati seperti yang dilakukan oleh Paulus.
2.
Berlari Menuju Tujuan
“Dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan
sorgawi dari Allah dalam Krsitus yesus.
dalam terjemahan yang lain berkata begini, “Itu sebabnya saya berlari terus menuju tujuan akhir untuk mendapatkan kemenangan,
yaitu hidup di surga; untuk itulah Allah memanggil kita melalui Kristus Yesus.”
Paulus terus berlari untuk mencapai tujuannya yaitu menjadi umat kepunyaan Allah. Ada suatu tindakan aktif
yang terus-menerus dilakukan oleh seseorang yang telah percaya kepada Kristus.
Seperti seorang pelari yang tidak akan menyerah dalam arena perlombaan lari
sebelum ia mencapai garis finis. Perjuangan kita tidak berhenti saat kita
percaya. Allah menghendaki setiap kita anak-anaknya tetap berjuang dalam iman
yang teguh kepada-Nya.
Saudara yang
dikasihi Tuhan,
sejauh mana kekuatan kita telah kita habiskan untuk mencapai tujuan kita, sejauhmana kita telah gagal dalam perjuangan kita, sejauh mana
kita telah menangis demi mencapai tujuan kita? Mari kita
terus merendahkan diri di hadapan Tuhan dan minta
Tuhan memberikan kita kekuatan untuk tetap berjuang sampai kepada tujuan akhir
kita. Marilah kita belajar dari teladan Paulus, ia tahu apa yang menjadi fokus hidupnya dan ia mau berjuang untuk mencapai
tujuannya. Janganlah menaruh fokus kita pada harta, status dan jabatan, keyamanan
dan kebahagiaan yang ditawarkan oleh dunia. Tetapi, marilah kita mengarahkan
padangan kita hanya kepada Kristus yang akan memampukan kita untuk tetap
berjuang sampai akhir. Amin
Komentar
Posting Komentar